Selasa, 06 Mei 2014

arti penting kerjasama dalam berkelompok


apabila semua pelaku utama bekerja secara sendiri-sendiri tentu saja tidak akan mampu mengembangkan usaha dengan baik. Namun setelah digabung dalam kelompok dan masuk dalam wadah kelembagaan kelompok maka berbagai keunggulan dan keuntungan pasti akan diperoleh, misalnya mudah mendapatkan modal usaha, dapat bermitra dengan lembaga keuangan serta mempermudah dalam akses pemasarannya. Dengan manfaat berlembaga cukup besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan masyarakat bidang kelautan dan perikanan.

Kelompok yang dinamis tidak dapat diwujudkan dengan mudah, karena merupakan rangkaian dari perkembangan yang bertahap dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan manusia sebagai anggota kelompok. Dalam setiap tahapan yang akan dilalui kelompok dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka tidak akan mungkin lepas dari peran besar kerjasama dalam berkelompok. Adapun peran kerjasama dalam menempuh tahapan perkembangan kelompok adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan arah tujuan
Dalam tahap ini kelompok harus bekerjasama dalam  memfokuskan pada misinya dan membuat garis besar strategi yang akan ditempuh serta menetapkan tujuan, prioritas dan prosedur kerja serta peraturan bagi kelompok. Semakin kompak dalam berkerjasama maka pencapaiannya akan semakin lebih cepat dan lebih ringan.


2. Bergerak sesuai tahapan dan prosedur
Membangun kerjasama sangat diperlukan dalam rangka saling mengisi dengan bertanggung jawab pada tugas dan fungsi masing-masing. Dalam tahap ini peran dan tanggungjawab anggota kelompok ditetapkan dengan jelas. Beberapa kendala akan dihadapi dengan penuh tanggung jawab bersama dengan seluruh anggota kelompok, sehingga seluruh permasalahan dapat dihadapi dengan arif dan bijaksana.

3. Mempercepat dengan memaksimalkan potensi
Kerjasama dalam berkelompok diibaratkan sebuah rantai yang berputar dalam rangka menggerakkan roda hingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam tahap ini dimungkinkan untuk meningkatkan produktivitas secara maksimal. Dalam memecahkan masalah menggunakan umpan balik dari sesama anggota, manajemen konflik, kerjasama dan pembuatan keputusan yang efektif. Penguasaan terhadap wilayah secara cepat dan efektif dengan daya tahan yang tangguh.

4. Sampai pada tujuan yang diharapkan
Dengan kerjasama kelompok yang kompak, maka kelompok akan mencapai keberhasilan dengan mengatasi semua kendala-kendala yang ada, akhirnya mencapai prestasi yang luar biasa. Namun apabila dalam tahap ini, kelompok belum mencapai keberhasilan, idealnya dilakukan peninjauan kembali dengan melaksanakan konsulidasi upaya misalnya berkoordinasi secara maksimal. Disamping itu perlu meninjau kembali sasaran-sasaran yang telah ada, masih relevan atau tidak. Dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang lalu apakah sesuai dan beriringan dengan kepentingan usaha masing-masing anggota dalam budidaya ikan.

Membangun Rasa Kebersamaan Kelompok
Tahapan-tahapan dalam membangun kerjasama kelompok yang dinamis seperti tersebut diatas akan berjalan dengan baik, apabila anggota-anggota kelompok mampu membangun rasa kebersamaan secara efektif. Untuk membangun rasa kebersamaan didalam suatu kelompok, maka setiap anggota kelompok harus mampu untuk menerima keragaman perbedaan sifat, asal, karakter dan bawaaan dari setiap anggota kelompok.

Oleh karena itu dalam suatu kelompok harus memiliki anggota bukan dengan orientasi pribadi masilng-masing namun dengan karakteristik yang berorientasi pada opini, berorientasi pada persamaan, serta berorientasi pada tujuan yang artinya adalah:
1. Berorientasi pada opini
a. Berlawanan dengan orang yang bersifat dogmatis yang akan mengarahkan pada tindakan yang tidak mengutuk orang lain;
b. Memperkenalkan gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan mengisyaratkan agar orang lain memberi posisi istemewa pada gagasannya;
c. Saling meminta ide dari anggota kelompok yang lain, bukan berorientasi pada gagasan perorangan; dan
d. Tidak hanya memfokuskan pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi pendapat orang lain.

2. Berorientasi pada persamaan
a. Anggota kelompok yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman sebagai suatu keunggulan. Perbedaan yang dimiliki dapat dipakai untuk mengecek setiap sisi, sudut, puncak dan dasar suatu masalah;
b.  Mengandalkan pada semua anggota; dan
c. Kepercayaan kepada semua anggota kelompok untuk meningkatkan produktivitas.
d. setiap anggota kelompok memiliki hak dan tanggung jawab yang sama walaupun beban kerjanya disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing.

3. Berorientasi pada tujuan
a. Anggota kelompok yang berorientasi pada tujuan kelompok kecil/tim kemungkinan akan konflik disebabkan oleh keunikan masing-masing kelompok;
b. Keseluruhan anggota kelompok nerorientasi pada tujuan yang sama;
c. Anggota kelompok mengakui bahwa masing-masing anggota kelompok memiliki tujuan, dan ada kemungkinan tujuan tersebut bertentangan dengan tujuan kelompok; dan
d. Keunikan anggota kelompok yang muncul segera dapat diatasi, tidak dibiarkan melahirkan masalah baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar