apabila semua pelaku utama bekerja secara sendiri-sendiri tentu
saja tidak akan mampu mengembangkan usaha dengan baik. Namun setelah digabung
dalam kelompok dan masuk dalam wadah kelembagaan kelompok maka berbagai keunggulan
dan keuntungan pasti akan diperoleh, misalnya mudah mendapatkan modal usaha,
dapat bermitra dengan lembaga keuangan serta mempermudah dalam akses pemasarannya.
Dengan manfaat berlembaga cukup besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan
pelaku utama dan masyarakat bidang kelautan dan perikanan.
Kelompok yang dinamis
tidak dapat diwujudkan dengan mudah, karena merupakan rangkaian dari perkembangan
yang bertahap dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan manusia sebagai
anggota kelompok. Dalam setiap tahapan yang akan dilalui kelompok dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka tidak akan mungkin lepas dari peran
besar kerjasama dalam berkelompok. Adapun peran kerjasama dalam menempuh tahapan
perkembangan kelompok adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan arah tujuan
Dalam tahap ini kelompok
harus bekerjasama dalam memfokuskan pada
misinya dan membuat garis besar strategi yang akan ditempuh serta menetapkan tujuan,
prioritas dan prosedur kerja serta peraturan bagi kelompok. Semakin kompak
dalam berkerjasama maka pencapaiannya akan semakin lebih cepat dan lebih
ringan.
2. Bergerak sesuai
tahapan dan prosedur
Membangun kerjasama sangat diperlukan dalam rangka saling
mengisi dengan bertanggung jawab pada tugas dan fungsi masing-masing. Dalam
tahap ini peran dan tanggungjawab anggota kelompok ditetapkan dengan jelas. Beberapa
kendala akan dihadapi dengan penuh tanggung jawab bersama dengan seluruh
anggota kelompok, sehingga seluruh permasalahan dapat dihadapi dengan arif dan
bijaksana.
3. Mempercepat dengan memaksimalkan potensi
Kerjasama dalam
berkelompok diibaratkan sebuah rantai yang berputar dalam rangka menggerakkan
roda hingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam tahap ini dimungkinkan untuk
meningkatkan produktivitas secara maksimal. Dalam memecahkan masalah
menggunakan umpan balik dari sesama anggota, manajemen konflik, kerjasama dan pembuatan
keputusan yang efektif. Penguasaan terhadap wilayah secara cepat dan efektif
dengan daya tahan yang tangguh.
4. Sampai pada tujuan yang diharapkan
Dengan kerjasama
kelompok yang kompak, maka kelompok akan mencapai keberhasilan dengan mengatasi
semua kendala-kendala yang ada, akhirnya mencapai prestasi yang luar biasa.
Namun apabila dalam tahap ini, kelompok belum mencapai keberhasilan, idealnya dilakukan
peninjauan kembali dengan melaksanakan konsulidasi upaya misalnya berkoordinasi
secara maksimal. Disamping itu perlu meninjau kembali sasaran-sasaran yang
telah ada, masih relevan atau tidak. Dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang
lalu apakah sesuai dan beriringan dengan kepentingan usaha masing-masing
anggota dalam budidaya ikan.
Membangun Rasa
Kebersamaan Kelompok
Tahapan-tahapan dalam
membangun kerjasama kelompok yang dinamis seperti tersebut diatas akan berjalan
dengan baik, apabila anggota-anggota kelompok mampu membangun rasa kebersamaan
secara efektif. Untuk membangun rasa kebersamaan didalam suatu kelompok, maka
setiap anggota kelompok harus mampu untuk menerima keragaman perbedaan sifat,
asal, karakter dan bawaaan dari setiap anggota kelompok.
Oleh karena itu dalam suatu
kelompok harus memiliki anggota bukan dengan orientasi pribadi masilng-masing
namun dengan karakteristik yang berorientasi pada opini, berorientasi pada
persamaan, serta berorientasi pada tujuan yang artinya adalah:
1. Berorientasi pada opini
a. Berlawanan dengan
orang yang bersifat dogmatis yang akan mengarahkan pada tindakan yang tidak
mengutuk orang lain;
b. Memperkenalkan
gagasannya tanpa mengusulkan atau bahkan mengisyaratkan agar orang lain memberi
posisi istemewa pada gagasannya;
c. Saling meminta ide
dari anggota kelompok yang lain, bukan berorientasi pada gagasan perorangan;
dan
d. Tidak hanya memfokuskan
pada idenya sendiri, tetapi menginvestigasi pendapat orang lain.
2. Berorientasi pada persamaan
a. Anggota kelompok
yang berorientasi pada persamaan melihat keragaman sebagai suatu keunggulan.
Perbedaan yang dimiliki dapat dipakai untuk mengecek setiap sisi, sudut, puncak
dan dasar suatu masalah;
b. Mengandalkan pada semua anggota; dan
c. Kepercayaan kepada semua
anggota kelompok untuk meningkatkan produktivitas.
d. setiap anggota
kelompok memiliki hak dan tanggung jawab yang sama walaupun beban kerjanya
disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing.
3. Berorientasi pada tujuan
a. Anggota kelompok
yang berorientasi pada tujuan kelompok kecil/tim kemungkinan akan konflik disebabkan
oleh keunikan masing-masing kelompok;
b. Keseluruhan anggota
kelompok nerorientasi pada tujuan yang sama;
c. Anggota kelompok
mengakui bahwa masing-masing anggota kelompok memiliki tujuan, dan ada kemungkinan
tujuan tersebut bertentangan dengan tujuan kelompok; dan
d. Keunikan anggota
kelompok yang muncul segera dapat diatasi, tidak dibiarkan melahirkan masalah
baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar