1. Pengertian Administrasi Kelompok
a. Administrasi kelompok adalah segala pencatatan
yang mencatat segala kegiatan kelompok;
b. Pembukuan adalah pencatatan transaksi secara
kronologis dan sistematik;
c. Administrasi Organisasi adalah segala
pencatatan yang berkaitan dengan organisasi secara umum. Ini penting dibuat
untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anggota kelompok, partisipasinya
dalam kelompok, permasalahan, dan keputusan keputusan yang pernah diambil, dan
sebagainya;
d. Administrasi keuangan atau pembukuan keuangan,
adalah catatan transaksi keuangan yang dibuat secara kronologis (munurut urutan
waktu) dan sistematis (menurut cara-cara tertentu);
e. Administrasi keuangan juga dapat diartikan
sebagai pencatatan yang berkaitan dengan kekayaan kelompok. Sangat penting
untuk mengetahui keadaan kekayaan kelompok dengan jelas/transparan dan sebagai
alat untuk pengawasan dalam pengelolaan permodalaan kelompok. Sedemikian
pentingnya administrasi keuangan ini sehingga dapat dikatakan bahwa nilai
administrasi keuangan ini setara dengan nilai uangnya atau bahkan lebih
daripada itu.
2. Manfaat Administrasi / Pembukuan
Manfaat administrasi adalah untuk tersedianya
informasi tentang keadaan keuangan kelompok pada saat-saat tertentu, baik bagi
anggota maupun pihak luar (Dinas, Tim Teknis, intansi terkait dan lain-lain)
Pembukuan diperlukan untuk menjaga keakuratan catatan atas semua transaksi dan
keputusan keputusan yang dibuat dalam kelompok.
Informasi ini dapat digunakan sebagai :
a. alat kontrol
pembukuan administrasi kelompok dapat digunakan sebagai
alat kontrol dalam rangka evaluasi setiap tahapan kinerja kelompok.
b. alat dokumentasi
pembukuan adalah alat bukti (dokumentasi) dalam setiap
apa saja yang telah terjadi di dalam kelompok tersebut
c. bahan pengambilan keputusan pengurus kelompok
sebagai dasar pengambilan keputusan buku
administrasi akan diperlukan karena telah merekam segala aktifitas dan latar
belakang kelompok
d. alat untuk memonitor perkembangan kelompok
untuk mengetahui sejauh mana hasil capaian dari
perkembangan kelompok maka memerlukan administrasi kelompok
e. alat untuk evaluasi
sebagai bahan evaluasi kerja dari setiap kegiatan serta
rekaman atas semua tanggung jawab pengurus dan anggota kelompok.
f.
alat untuk memupuk kepercayaan anggota
pembukuan kelompok sebagai bukti atas kinerja, hak, dan
tanggung jawab pengurus akan berdampak pada peningkatan kepercayaan anggota
pada pengurus kelompok.
B. ADMINISTRASI KELOMPOK
Administrasi kelompok meliputi 2 (dua) bentuk
apabila dibagi secara garis besar, antara lain yaitu:
1. Administrasi Organisasi
Dalam administrasi organisasi kelompok diperlukan
buku-buku sebagai berikut:
a. Buku daftar pengurus dan anggota
b. Buku notulen pertemuan
c. Buku tamu dan bimbingan
d. Buku surat keluar dan Surat masuk
e. Buku kegiatan / pertemuan
f. Buku daftar hadir kegiatan
Administrasi organisasi ini umumnya dikerjakan
oleh sekretaris. Buku administrasi organisasi inilah yang merekam setiap
kejadian yang berlangsung di dalam kelompok baik rencana kegiatan yang akan
datang maupun kejadian yang telah lama berlangsung dalam kelompok tersebut.
Dengan melihat buku administrasi organisasi kita juga dapat melihat setiap
perkembangan yang terjadi di kelompok.
2. Administrasi Keuangan
Setiap kelompok, wajib mengelola administrasi keuangan
dengan baik yaitu sesuai jenis serta diisi dengan tertib, teratur dan benar.
Dengan administrasi keuangan yang baik, keuangan kelompok dapat terkendali dan
pada waktu tertentu akan mudah untuk diketahui, sehingga dapat digunakan
sebagai bahan untuk pengambilan keputusan.
Informasi kondisi keuangan kelompok bermanfaat untuk:
a. Alat monitor perkembangan keuangan;
b. Alat pengendalian keuangan;
c. Alat evaluasi terhadap pencapaian
tujuan/sasaran dari setiap kegiatan atau usaha; dan
d. Alat manajemen dalam pengambilan keputusan.
Prinsip-prinsip pada pembukuan keuangan
a. Pembukuan harus dilakukan secara sistematis
Transaksi yang terjadi di kelompok akan dicatat
dalam dokumen sumber. Contoh dokumen sumber atau bukti transaksi
diantaranya adalah kuitansi pembayaran atau penerimaan kas, faktur
pembelian, faktur penjualan, dan lain-lain.
b. Pembukuan harus dilakukan secara kronologis
Transaksi yang terjadi dalam suatu periode
dicatat menurut urutan kejadiannya dalam sebuah buku. Pencatatan ini lazimnya
disebut dengan membuat jurnal. Buku yang digunakan untuk mencatat transaksi
atau membuat jurnal ini disebut dengan buku harian. Disebut buku harian karena
pencatatan dalam buku ini harus dilakukan menurut urutan kejadiannya
(kronologisnya) yang umumnya dilakukan setiap hari.
c.
Pembukuan harus dilakukan secara informatif
Agar dipahami/dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan;
d. Pembukuan harus dilakukan secara auditable
Catatan keuangan dapat diperiksa dengan mudah.
e. Pembukuan harus dilakukan secara Accountable, Buku
diisi memenuhi kaidah-kaidah atau ketentuan akuntansi, antara lain: dapat
dihitung, dapat dievaluasi, dan dapat dipertanggungjawabkan;
Model pembukuan keuangan yang digunakan kelompok
adalah model yang sederhana, mudah dipahami sehingga diharapkan akan sangat membantu
pengurus/ bendahara dalam mempertanggungjawabkan keuangan dan diharapkan pula
banyak anggota yang bisa mengerjakan dan memahaminya.
Beberapa buku keuangan yang diperlukan adalah :
a. Buku kas harian yang meliputi keluar masuk
uang dan sisa saldo setiap harinya. Buku ini dibuat harian dengan periode per
bulan.
b. Buku tabungan anggota meliputi jumlah simpanan
uang dari setiap anggota
c. Buku pinjaman / Kredit anggota meliputi yang
meliputi jumlah pinjaman dan angsuran setiap saat dari setiap anggota
d. Laporan rugi laba yang meliputi total
penerimaan dan seluruh total pemasukan beserta rinciannya dari setiap item
biaya dan pendapatan.
e. Neraca adalah buku yang menjelaskan
keseimbangan dari jumlah pendapatan, pengeluaran beserta penjelasan keadaan
untung ruginya kegiatan kelompok.
Diupayakan Pengurus Kelompok bisa mengerjakan seluruh
adminstrasi keuangan ini dengan baik dan benar, mengingat pentingnya manfaat
yang akan diperoleh.
Terkait dengan pentingnya pembuatan pembukuan
keuangan kelompok, maka perlu diangkat seorang penulis sebagai pengelola dan
penanggungjawab pembuatan pembukuan keuangan. Penulis dapat berasal dari dalam
kelompok (anggota kelompok) atau seseorang dari luar kelompok (bukan anggota kelompok),
dengan syarat:
a. jujur;
b. mudah dijumpai;
c. dapat diterima oleh semua anggota kelompok,
d. tidak mengintervensi dinamika kelompok,
e. transparan; dan
f. bisa menulis pembukuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar