Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Metro Timur memiliki luas wilayah 949,73 Ha,
terdiri atas sawah 452,50 Ha dan darat 44 Ha. Jumlah penduduk pada tahun 2014
adalah 37.359 jiwa, terdiri dari laki-laki 14.314 jiwa dan perempuan 16.129
jiwa dan jumlah kepala keluarga 7.371 KK (Data Penduduk Kecamatan Metro Timur
Tahun 2013).
Jumlah kelompok tani, yang ada di
BP3K Kecamatan Metro Timur sampai dengan Tahun 2013 adalah 19 Kelompok, terdiri
atas :
1.
Kelompok Pemula tidak ada
2.
Kelompok Lanjut sebanyak 13 kelompok
3.
Kelompok Madya sebanyak 6 kelompok
4.
Kelompok Utama tidak ada.
Dukungan potensi Sumber Daya Alam
yang ada di BP3K Kecamatan Metro Timur, masih sangat memungkinkan untuk
dikembangkan. Luas lahan sawah 452,50 Ha, dan lahan darat 44 Ha, sebagian besar
dapat digunakan untuk kegiatan budidaya dan sampai saat ini lahan tersebut
belum digunakan secara optimal oleh para petani, hal ini disebabkan karena
berbagai masalah yang dihadapi oleh para petani antara lain :
1.
Rendahnya adopsi teknologi pada tingkat
petani.
2.
Belum optimalnya ketersediaan dan
penggunaan sarana produksi (pupuk, benih, dan pestisida).
3.
Rendahnya kualitas cakupan dan ketersediaan
sarana dan infra struktur pertanian (alat mesin dan irigasi).
4.
Belum optimalnya penanganan pasca panen
dan pemasaran.
5.
Terjadinya alih fungsi lahan.
6.
Kurangnya kemampuan petani dalam
mengakses sumber modal.
7.
Belum optimalnya peranan kelembagaan tani.
Revitalisasi Pertanian, Perikanan,
dan Kehutanan yang tertuang pada UU No. 16 Tahun 2006, yang bermakna tentang
penempatan kembali arti penting sektor pertanian dalam memberdayakan kemampuan
dan meningkatkan kinerja pertanian dalam Pembangunan Nasional dengan tidak
mengabaikan sector lain. Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
mencerminkan bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi andalan bagi pembangunan
perekonomian nasional.
Untuk dapat mewujudkan harapan
tersebut diperlukan sistem penyuluhan pertanian yang tanggung agar dapat
mendukung pengembangan sistem Agribisnis yang berbasis tanaman pangan, tanaman
holtikultura, tanaman perkebunan, peternakan, dan perikanan, yang diisyaratkan
pada Undang-undang Sistem Penyuluhan bahwa pendekatan pembangunan pertanian
mengutamakan pembangunan masyarakat, sehingga pembinaan diarahkan kepada
peningkatan peran serta petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha di dalam
pembangunan pertanian.
Isu strategis
Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Metro Tahun 2013
adalah melaksanakan :
1.
Revitalisasi SDM pertanian dengan
prioritas pemantapan sistem pelatihan pertanian, revitalisasi sistem pendidikan
pertanian, pemantapan sistem penyuluhan pertanian dan pemantapan sistem
administrasi manajemem BP4K.
2.
Revitalisasi kelembagaan petani dengan
prioritas: pemberdayaan kelembagaan petani, dan pemberdayaan usaha tani. Adapun
salah satu visi yaitu terwujudnya sumber daya manusia pertanian, perikanan, dan
kehutanan yang profesional, inovatif, mandiri dan berwawasan global dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk mewujudkan visi tersebut telah
dituangkan dalam misi yang harus dilaksanakan adalah:
1. Meningkatkan kapabilitas sumber daya
manusia dan kelembagaan penyuluhan.
2.
Meningkatkan jejaring kerja dalam
inovasi teknologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar