Selasa, 06 Mei 2014

probiotik untuk pakan ikan


Pengertian probiotik cukup beragam, salah satu diantaranya adalah mikroba menguntugkan yang berperan bagi kehidupan ikan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Teknik probiotik sendiri sudah jauh berkembang dari tahun ke tahun. Dalam bidang perikanan, probiotik sudah diterapkan dalam upaya menjaga kualitas media budidaya ikan, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, dan meningkatkan kualitas serta efisiensi pakan.

Efisiensi pakan pada ikan ditentukan oleh kemampuan
ikan tersebut mencerna pakan yang dikonsumsinya. Di saluran pencernaan, pakan yang terdiri dari senyawa kompleks akan dirombak menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa seperti protein, lemak dan karbohidrat akan dirombak selama pencernaan berlangsung sehingga menjadi senyawa sederhana berupa asam amino, asam lemak dan gliserol, dan glukosa.

Proses perombakan ini membutuhkan keberadaan enzim. Enzim yang berperan dalam proses perombakan senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana berasal dari tubuh ikan dan mikroba yang hidup di saluran pencernaan. Mikroba ini kita masukkan bersamaan dengan pemberian pakan. Mikroba akan mensekresi enzim ke lingkungannya untuk merombak bahan organik yang ada di sekitarnya sehingga dapat lebih mudah diserap oleh ikan. Sifat khas dari mikroba ini telah membantu proses pencernaan pakan oleh ikan, sehingga penyerapan nutrisi dari pakan dapat berlangsung optimal. Tingkat penyerapan inilah yang akan meningkatkan percepatan pertumbuhan bobot ikan.

Ikan herbivor contohnya, memiliki kemampuan untuk mencerna pakan yang berasal dari nabati. Kemampuan ini dicirikan dengan enzim karbohidrase yang terkandung di saluran pencernaan. Makin banyak jenis dan jumlah enzim yang terdapat di saluran pencernaan, proses metabolisme akan lebih baik. Proses metabolisme yang lancar akan membuat ikan lebih cepat gemuk dan terhindar dari berbagai penyakit yang berasal dari saluran pencernaan.

Ikan yang hidup di alam memiliki komposisi mikroba di saluran pencernaan berbeda dengan ikan sejenis yang hidup di media budidaya. Dengan demikian, rekayasa mikroba yang hidup di saluran pencernaan dapat dilakukan. Hasil penelitian mengenai isi lambung, memperlihatkan bahwa mikroba di saluran pencernaan dapat direkayasa. Kondisi ini akan menyempurnakan proses perombakan pakan, karena memungkinkan ikan yang semula herbivor akan berubah menjadi omnivor sejalan dengan rekayasa jenis dan jumlah mikroba yang hidup di saluran pencernaan.
 
Teknis pemberian probiotik pada pakan
Pemberian pakan pada budidaya ikan adalah hal wajib dan dilakukan setiap hari. Pada sistem budidaya intensif  pakan yang diberikan setiap hari secara rutin ditambah dengan pemakaian probiotik yang mengandung banyak mikroba yang berfungsi membantu proses metabolisme tubuh dan pencernaan, seperti lactobacillus, sacromycess, carnobacterium, dan lainnya.

Probiotik ada dua macam bentuknya, ada yang serbuk dan ada yang larutan. Penggunaan probiotik pada pakan caranya campur 5 kg pakan pelet merek apapun juga dengan larutan Probiotik (untuk probiotik dengan bentuk serbuk dapat diencerkan terlebih dahulu). Larutan ini terdiri dari 10 ml probiotik + 1 sdm gula/tetes tebu + 0.5 liter air aduk-aduk diamkan selama 0-5-1 jam baru kemudian kocor pada 5 kg pelet, biarkan probiotik tersebut meresap dan selanjutnya pakan siap untuk ditebarkan seperti biasa.

Untuk pakan kurang atau lebih dari 5 kg dosisnya tinggal perbandingan saja. Intinya probiotik bukan zat kimia sehingga dosis berlebih tidak menembulkan efek negatif pada ikan tapi lebih bagus hasilnya. Syarat dari pemberian Probiotik pada pakan ini adalah harus disiplin dan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelet yang sudah dicampur dengan Probiotik efektif hingga 12 jam setelah pencampuran , oleh karena itu dalam melakukan pencampuran pakan dengan probiotik haruslah dilihat seberapa banyak pakan yang biasa diberikan tiap harinya sehingga pakan yang sudah tercampur Probiotik tidak berlebih dalam pencampurannya cukup diperkirakan untuk pemberian pakan sehari ( pagi,siang sore atau tiap 4 jam sekali). Tidak dianjurkan menyimpan pakan yang sudah dicampur Probiotik selama lebih dari 12 jam karena keefektifannya akan berkurang, dan dikhawatirkan muncul penjamuran pada pakan yang akan berakibat buruk pada ikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar